Skip to content

Pernah motret alam yang menawan, tapi pas mau pamer ke teman, kamu malah bingung, “Ini tadi di mana, sih?” Semua orang pasti pernah mengalami momen seperti itu. Rasanya seperti makan enak tapi nggak sempat catat nama warungnya. Sekarang, dengan kamera yang dilengkapi GPS map, setiap kali jepret, lokasi akan tercatat otomatis di detail foto. Jadi, jejak petualangan atau perjalanan nggak habis cuma di ingatan—ada buktinya di foto lengkap dengan titik koordinat. Baca selengkapnya di PT Prime Teknologi Digital Informindo.

Foto bukan cuma sekadar gambar, tapi jadi rekam jejak setiap langkah. Dalam sekejap, kamu bisa tahu waktu pemotretan, tanggal, bahkan titik di peta. Traveler, pengawas, bahkan pehobi jalan-jalan yang suka berbagi di sosial media, pasti terbantu dengan fitur ini. Sekali klik, informasi lokasi muncul jelas. Upload foto ke medsos jadi lebih seru karena ceritanya lengkap, nggak cuma soal pemandangan.

Apakah semua orang perlu fitur GPS di kamera? Kalau cuma buat foto makanan di kafe, mungkin fitur ini bukan kebutuhan pokok. Tapi kalau aktivitasmu di lapangan, misal survei, mengawas proyek, atau mendokumentasikan lokasi tertentu, fitur ini jadi seperti asisten pribadi. Foto bisa diurut berdasar lokasi. Nggak ada lagi acara nebak-nebak atau gali ingatan, “Ini tadi motret di mana, ya?”

Menariknya, hape zaman sekarang rata-rata sudah punya fitur lokasi di kameranya. Cukup aktifkan GPS, koordinat langsung masuk ke detail foto. Tapi, soal privasi mesti jadi perhatian. Info posisi di setiap gambar bisa jadi senjata makan tuan. Sebelum upload atau kirim ke banyak orang, cek dulu pengaturannya. Mau posisi aktif atau nggak, kendali di tangan kamu.

Cara kerja GPS camera terbilang mudah, walau manfaatnya besar. Begitu motret, data seperti GPS bakal nempel di bagian EXIF file. Kalaupun mau urutkan foto “Libur ke Timur Indonesia” misal, tinggal filter lewat koordinat. Nggak perlu lagi main tebak-tebakan atau ribet buka catatan.

Di sisi lain, fitur GPS kadang penting untuk dokumentasi yang harus akurat posisinya. Cerita soal pendaki gunung yang tersesat dan akhirnya ketemu gara-gara metadata foto, itu nyata. Data lokasi di foto benar-benar bisa jadi penolong saat dibutuhkan.

Walaupun terlihat sempurna, GPS camera juga punya minus. Sinyal kadang loyo kalau di area pegunungan, dalam hutan, atau di antara dinding beton. Lokasi pada foto bisa sedikit melenceng, jadi jangan sepenuhnya percaya tanpa cek ulang.

Untuk para maniak aplikasi, banyak pilihan GPS camera dari yang gratis sampai berbayar. Pilih yang interface-nya enak, dan fiturnya sesuai kebutuhan. Ada fitur menandai lokasi di peta, ada pula yang hanya simpan angka koordinat.

GPS map camera membawa cara baru untuk menyimpan memori. Nggak cuma foto, tapi juga cerita lokasi yang suatu hari bisa bawa kamu mengenang masa lampau. Tapi tetap bijak, jangan sembarangan membagikan lokasi pribadi. Biarkan beberapa momen dan titik tetap jadi rahasia milikmu sendiri.